Selasa, 30 Oktober 2012

KAMMI SEKALI LAGI…!!! Revolusi Hitam KAMMI Menolak Kenaikan Harga BBM


Disaat KAMMI akan memperingati kelahirannya yang ke-14 pada tanggal 29 Maret 2012, KAMMI kembali dihadapkan pada gejolak masalah bangsa ini. Kenaikan harga BBM per-1 April 2012 memaksa KAMMI untuk kembali  turun kejalan menyikapi realitas bangsa.
 
Hari senin, tanggal 19 Maret lalu adalah momentum dimana KAMMI kembali menyapa akrab masyarakat dengan menggelar aksi damai menolak kenaikan harga BBM di wilayah kota Yogyakarta, tepatnya di depan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Revolusi (emas) Hitam, istilah ini adalah sebutan untuk kekayaan alam dalam bentuk minyak bumi yang bisa kita konsumsi dalam bentuk BBM baik bersubsidi maupun non-subsidi. Selama ini, BBM bersubsidi sangatlah berharga bagi rakyat kecil. 
 
Walaupun pemerintah mengatakan mereka bukanlah pengguna terbanyak, namun masyarakat pasti akan menerima dampak yang besar ketika harga BBM naik. Sampai sekarang pemerintah belum berhasil mengelola energi bangsa, pemerintah gagal untuk membaca kondisi ekonomi politik dunia dan bahkan membebekdengan dikte dari pasar global. Maka Revolusi (emas) Hitam adalah tindakan KAMMI untuk menuntut pemerintah agar  negara mampu mengelola energi secara mandiri dan optimal. Bukan bagi hasil dengan usaha asing yang kita tahu menguntungkan pihak sebelah.
 
Puluhan masa aksi yang terjun dalam menyarankan aspirasi rakyat, menginginkan hal yang terbaik untuk rakyat Indonesia. Begitupun organisasi-organisasi ataupun komunitas-komunitas lain yang satu hati menolak kenaikan harga BBM. Pemerintah semestinya bisa menentukan hal yang terbaik sebagai solusi untuk rakyat atas kebijakan yang mereka putuskan. Kenyataannya kita lebih sering mendapatkan keputusan ataupun kebijakan-kebijakan pemeritah yang justru berefek buruk bagi bangsa ini. Sudah banyak rakyat yang kecewa pada para pemimpin bangsa. Bagaimana mungkin sebuah bangsa seperti Indonesia yang amat kaya dengan sumber daya alamnya yang melimpah ruah, namun sebagian besar rakyatnya melarat. Ibarat ayam mati kelaparan di lumbung padi. Tragisnya lagi pemerintah cenderung menutup mata pada keadaan ini.
 
KAMMI nyatakan sekali lagi. KAMMI secara tegas memilih sikap menolak  naiknya harga BBM. Pada aksi damai kali ini KAMMI juga memiliki beberapa tuntutan bagi pemerintah saat ini. Sebagai daya kejut listrik agar pemerintah juga kembali ingat akan kekeliruannya dan segera sadar untuk memperbaiki kinerjanya. Berbagai tuntutan itu diantaranya adalah :
 
·        Sediakan bagi rakyat yang ada dikota besar modal transportasi yang memadai.
·     Sikat  habis para korporat dan mafia pengemplang pajak serta komprador yang makan uang rakyat.
·       Tindak tegas mereka, pejabat yang menghabiskan unag negara dengan alasan perjalanan dinas dan proyek tak jelas.
KAMMI akan senatiasa bersama dengan kepentingan rakyat bangsa ini. Memperjuangkan suara rakyat, demi perubahan yang lebih baik dalam bangsa ini. [Kaharudin_Kadept Humas]
 
*dimuat di profetika edisi pertama

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Blog Komisariat KAMMI UNY
Maira Gall