Yogyakarta
Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 September 2016

GERAKAN MAHASISWA DALAM PERJUANGAN INDONESIA


Zaky Mubarok Izzudin
Ketua BEM UNY 2016

Bulan Agustus 2016, belum hilang dari ingatan kita tentang berita beberapa waktu silam. Reshuffle menteri kabinet kerja Indonesia yang cukup menuai pro-kontra. Pergantian ini menjadi perbincangan banyak kalangan karena beberapa menteri yang terlihat mempunyai kebijakan yang pro-rakyat mulai disingkirkan dari percaturan politik elit.  Belum cukup sampai disitu, setelah reshuffle jilid 1 selesai Indonesia lagi-lagi diguncang dengan isu bergantinya menteri yang hanya menjabat selama 20 hari. Apa yang sedang terjadi di negeri ini? Entahlah, namun yang jelas rakyat Indonesia sedang kebingungan tentang apa yang sedang terhadap negerinya.

Selasa, 30 Oktober 2012

KAMMI SEKALI LAGI…!!! Revolusi Hitam KAMMI Menolak Kenaikan Harga BBM


Disaat KAMMI akan memperingati kelahirannya yang ke-14 pada tanggal 29 Maret 2012, KAMMI kembali dihadapkan pada gejolak masalah bangsa ini. Kenaikan harga BBM per-1 April 2012 memaksa KAMMI untuk kembali  turun kejalan menyikapi realitas bangsa.
 
Hari senin, tanggal 19 Maret lalu adalah momentum dimana KAMMI kembali menyapa akrab masyarakat dengan menggelar aksi damai menolak kenaikan harga BBM di wilayah kota Yogyakarta, tepatnya di depan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Revolusi (emas) Hitam, istilah ini adalah sebutan untuk kekayaan alam dalam bentuk minyak bumi yang bisa kita konsumsi dalam bentuk BBM baik bersubsidi maupun non-subsidi. Selama ini, BBM bersubsidi sangatlah berharga bagi rakyat kecil. 
 
Walaupun pemerintah mengatakan mereka bukanlah pengguna terbanyak, namun masyarakat pasti akan menerima dampak yang besar ketika harga BBM naik. Sampai sekarang pemerintah belum berhasil mengelola energi bangsa, pemerintah gagal untuk membaca kondisi ekonomi politik dunia dan bahkan membebekdengan dikte dari pasar global. Maka Revolusi (emas) Hitam adalah tindakan KAMMI untuk menuntut pemerintah agar  negara mampu mengelola energi secara mandiri dan optimal. Bukan bagi hasil dengan usaha asing yang kita tahu menguntungkan pihak sebelah.
 
Puluhan masa aksi yang terjun dalam menyarankan aspirasi rakyat, menginginkan hal yang terbaik untuk rakyat Indonesia. Begitupun organisasi-organisasi ataupun komunitas-komunitas lain yang satu hati menolak kenaikan harga BBM. Pemerintah semestinya bisa menentukan hal yang terbaik sebagai solusi untuk rakyat atas kebijakan yang mereka putuskan. Kenyataannya kita lebih sering mendapatkan keputusan ataupun kebijakan-kebijakan pemeritah yang justru berefek buruk bagi bangsa ini. Sudah banyak rakyat yang kecewa pada para pemimpin bangsa. Bagaimana mungkin sebuah bangsa seperti Indonesia yang amat kaya dengan sumber daya alamnya yang melimpah ruah, namun sebagian besar rakyatnya melarat. Ibarat ayam mati kelaparan di lumbung padi. Tragisnya lagi pemerintah cenderung menutup mata pada keadaan ini.
 
KAMMI nyatakan sekali lagi. KAMMI secara tegas memilih sikap menolak  naiknya harga BBM. Pada aksi damai kali ini KAMMI juga memiliki beberapa tuntutan bagi pemerintah saat ini. Sebagai daya kejut listrik agar pemerintah juga kembali ingat akan kekeliruannya dan segera sadar untuk memperbaiki kinerjanya. Berbagai tuntutan itu diantaranya adalah :
 
·        Sediakan bagi rakyat yang ada dikota besar modal transportasi yang memadai.
·     Sikat  habis para korporat dan mafia pengemplang pajak serta komprador yang makan uang rakyat.
·       Tindak tegas mereka, pejabat yang menghabiskan unag negara dengan alasan perjalanan dinas dan proyek tak jelas.
KAMMI akan senatiasa bersama dengan kepentingan rakyat bangsa ini. Memperjuangkan suara rakyat, demi perubahan yang lebih baik dalam bangsa ini. [Kaharudin_Kadept Humas]
 
*dimuat di profetika edisi pertama
© Blog Komisariat KAMMI UNY
Maira Gall