Selasa, 30 Oktober 2012

Kayak Begini Nih Baru Namanya Mahasiswa!!! [Profil Mz Dwi Apriyanto]



Sobat baru.... Ini dia nie salah satu orang hebat yang ideal buat kita jadikan contoh dan teladan buat kita semua. Terutama buat sobat baru yang baru aja masuk kampus UNY, ndak perlu bingung nyari contoh panutan di kampus. Pokoknya ndak ada ruginya meneladani jejak hidup tokoh kampus yang satu ini. Nah ayo bareng-bareng kita kupas tuntas tentang beliau.
Namanya Dwi Apriyanto, lahir di Kulon Progo, 25 April 1988. Orang penuh semangat menggelora yang berlabuh dikampus UNY tercinta ini pada tahun 2007 sebagai mahasiswa fakultas ilmu keolahragaan dan berhasil memboyong gelar sarjana S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi pada tahun 2011 lalu. Sekarang beliau juga masih melanjutkan studi di UNY, mengikuti program Mahasiswa KKT UNY tahun ini. Tidak hanya itu, beliau juga udah sering merasakan hidup dan tinggal di luar negeri. Berkunjung dan belajar di negara lain. Hampir seluruh pengalamanya dia peroleh melalui proses belajar yang panjang. Yaah... salah satu tempat belajarnya yang paling berkesan buat beliau ialah lingkungan organisasi-organisasi yang beliau ikuti selama di kampus. Salah satunya saja adalah KAMMI UNY (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) yang menurut beliau adalah sebuah organisasi yang telah memberikan begitu banyak pengalaman dan pelajaran kepadannya. Selain itu dia juga bergabung di SKI (ROHIS Kampus), BEM, HIMA, dll.  Wawww...!!!
Berikut adalah rekam jejak organisasi yang pernah beliau ikuti. BEM FIK 2008 sebagai staf PSDM, anggota KAMMI komsat UNY, staf Sosmas KAMMI Daerah Sleman,  Ketua HIMA PJKR 2009, Ketua BEM FIK tahun 2009, ketua Ospek FIK UNY dan beliau juga pernah menjadi peserta International Conference on Sport. Disamping pengalaman organisasi yang tidak diragukan lagi, Mas Apri (sapaan akrab-red) juga sering diundang ke berbagai acara untuk menjadi pemateri.
Sibuk di organisasi tak lantas membuat beliau sepi prestasi. Banyak prestasi akademik yang telah beliau dapatkan antara lain Juara II Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) Bidang IPS  Se Fakultas Ilmu Keolahragaan tahun 2009, Juara II Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Ilmu Keolahragaan tahun 2010, Juara I Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Ilmu Keolahragaan tahun 2011, High Achiever Student in Sports Section (Mahasiswa Berprestasi di Bidang Olahraga) tahun 2009 dan 2010, Peserta Presentasi MONEV Program Hibah Kompetisi asosiasi Profesi Mahasiswa (PHK-APM) tahun2010 di Surabaya, Juara II Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2011, Peserta Pertukaran Mahasiswa (Student exchange) di Monash University Australia tahun 2010, Peserta Kunjungan Akademik (Sit In) di Prince of Songkhla University Pattani Thailand dan Wasit Futsal SUKMALINDO IV tahun 2011 antara Indonesia vs Malaysia.
Ditengah kepadatan aktivitasnya di organisasi dan rutinitas kuliah, beliau juga tetap menjadi seorang atlit sepakbola yang gagah sebagai panglima di lapangan hijau. Kiprah sebagai wasit futsal dan sepakbola juga pernah digelutinya. Ini dia segudang prestasi beliau di bidang olahraga. Juara I Kompetisi Sepakbola PENGCAB PSSI Kulonprogo tahun 2007, Juara III Sepakbola PENGDA CUP DIY tahun 2007, Top scorer PENGDA CUP DIY 2007, Juara IV  Sepakbola Walikota Cup tahun 2007, Juara III  Sepakbola Walikota Cup tahun 2008, Juara I Futsal antar Perguruan Tinggi Se- DIY tahun 2008, Juara III Kompetisi Sepakbola PENGCAB PSSI Kota yogyakarta tahun 2009, Juara III POMDA DIY Cabang Sepakbola tahun 2009, Kontingan BAPOMI DIY cabang sepakbola dalam POMNAS 2009 di Palembang, Pemain PERSIKUP Kulonprogo dalam Liga Indonesia Divisi III Regional DIY tahun 2004,2005,2006 dan 2008.
Tentunya dengan sejuta pengalaman dan kiprahnya di kampus ini beliau berhasil meraih seabreg prestasi yang membanggakan. Sudah pasti kebanggaan itu begitu dirasakan. Terutama oleh orang tua beliau, saudara, beliau sendiri dan teman-teman beliau, serta kampus ini juga sudah pasti sangat bangga memiliki mahasiswa seperti beliau. Mau?

Gimana pendapatnya tentang mas Dwi Apriyanto ini sobat baru? Luaarrrr biasa bukan? Makanya ketika sudah jadi mahasiswa kita tak boleh takut untuk bermimpi menjadi apapun. Ada banyak peluang dan kesempatan baik, manfaatkanlah sebaik mungkin. Ruang-ruang organisasi sudah siap menati anda, dan KAMMI UNY akan mengantarkan sobat baru agar bisa menjadi salah satunya diantara orang-orang seperti mas Dwi Apriyanto ini. Semangat !!!! [Erwin]

Welcome MABA from KAMMI UNY :)



Assalamu’alaikum Wr.Wb
            Hi, Sobat Maba (mahasiswa baru-red). Bagaimana kabarnya? Kami harap kalian selalu tersenyum bahagia, karena senyum kalian energi bagi kami. Sekarang kalian sudah hampir meninggalkan masa remaja yang penuh cerita dan ceria. Memasuki dunia kampus yang begitu indah dan penuh kreativitas didalamnya. Dunia yang akan membuat kalian menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Selamat Datang di Kampus Pendidikan
UNY, Leading in Character Education
Then, waktunya kalian tunjukkan kemampuan kalian dengan pertimbangan kebermanfaatan. Banyak sarana dikampus yang bisa digunakan seperti melalui organisasi ataupun perkumpulan-perkumpulan yang mendatangkan kebaikan. Akan lebih bijak lagi jika kita memilih bergabung di Organisasi berdasarkan tujuan dan niat awal kita.
Setiap abrasi yang melanda pantai berarti ia telah mengurangi daratan. Setiap tangis seorang ibu menjadi saksi kedurhakaan darah nya. Begitu pula dengan manusia, begitu pula dengan agama kita, begitu pula dengan diri kita sendiri. Setiap kematian diri, berarti bagian dari kematian umat manusia. Setiap  hilangnya sahabat, berarti hilang pula lah sebagian arti dari hehidupan kita. Karenanya Keimanan dan Ukhuwah (persaudaraan) menjadi begitu berarti. Dan persaudaraan adalah karakter perjuangan KAMMI. Karena KAMMI dan kalian adalah saudara.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Hai Maba, Bersiaplah..!

Sepertinya, kesadaran akan pendidikan semakin tinggi saja di Indonesia ini. Lihat saja jumlah peminat Perguruan Tinggi yang semakin besar tiap tahunnya. Maka tidak heran jika sekarang Politeknik, Akademi maupun Universitas swasta ramai bermunculan. Menyenangkan sekali mengetahui perkembangan tersebut bukan?
 
Tahun ajaran baru seperti saat ini mengantarkan ribuan Mahasiswa Baru (Maba) ke satu tempat yang sama. Riuh, mereka datang dari tempat yang berbeda. Sebagian berasal dari tempat yang jauh sekali, bahkan harus meretas laut dan selat, dan sebagian ada juga yang berasal dari tempat yang dekat kampus. Tapi pada intinya, toh status mereka sama; Mahasiswa. Kebutuhan mereka hampir sama. Bahkan kondisi mereka pun hampir sama. Polos, lugu dan bingung. Walaupun tidak semuanya dalam kondisi sama, namun sebagian besar iya.
 
Mungkin semua Maba yang datang ke kampus ini membawa satu tujuan yang pasti. Cita-cita akademik yang sangat di patrikan, tanpa peduli bahkan tahu bahwa status Mahasiswa membawa banyak tanggung jawab yang melelahkan. Hampir semua maba masih terlena dengan seragam putih abu-abunya yang sudah melekat selama tiga tahun. Walaupun demikian lambat laun maba akan menyadari bahwa lepasnya seragam putih abu-abu menandai dimulainya satu fase baru dalam kehidupannya.
 
Satu hal yang harus diingat sebagai seorang mahasisiwa adalah bahwa ia telah menjadi warga negara sebenarnya. Ia sudah memiliki tempat untuk memulai debutnya sebagai warga negara. Bukan sebagai masyarakat biasa pada umumnya, tapi sebagai agent of change. Agen Perubahan. Mahasisiwa memiliki kekuatan, bukan kekuasaan untuk menjadi perubah arah atas banyak realitas dan kebijakan yang ada di negeri ini. Maka mahasiswa tidak boleh serta merta pasif dan diam melihat suatu keganjilan dalam sebuah pengambilan kebijakan oleh pemerintah ataupun kondisi rakyat yang memprihatinkan ( jika ada ). Status baru sebagai agen perubabahan bahkan memosisikan mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan pemerintah bukan? Dalam sejarahnya bahkan mahasiswa telah menorehkan sebuah prestasi dahsyat sebagai agen perubahan. Merubah sebuah era pemerintahan. Meretas zaman. Tidak hanya berbasah peluh dan berlinang air mata, tapi juga berdarah-darah meregang nyawa. Sekarang, kita tinggal nikmati hasil dari pelaksanaan fungsi mahasiswa di tahun 1998. Tidak dengan cara diam, tapi mempertahankan kondisi ideal yang diharapkan dari sebuah negara.
 
Mahasiswa tidak akan ideal jika memiliki pola pikir kekanak-kanakan yang hanya ingin bersenang senang dengan hidupnya. Sekali lagi, ada beban yang mulai dipikulkan kepada mahasiswa, maka mulai berfikir dewasa adalah tindakan bijak. Mulai berorientasi pada bangsa dan negara, bukan egoisme semata. Mulai memahami tugas akhirat sebagai manusia seutuhnya dan kembali pada agama. Ada banyak organisasi yang siap menjadi kepompong metamorfosis di universitas ini. Ada beragam komunitas yang siap menerima idealisme dan kemampuan Maba di kampus ini. Jangan disia-siakan. Jangan hanya menjadi mahasiswa yang hanya tahu bagaimana cara mendapat nilai bagus, tapi jadilah mahasiswa yang tahu bagaimana cara berpredikat bagus. Prestatif dan kontributif di satu waktu. Mahasiswa itu bukan tukang teori, tapi lebih dari itu telah berada dalam tataran amal.
 
            Apapun juga, tugas mahasiswa pertama dan terutama tetap belajar. Menyiapkan fisik dan kepandaian untuk sebuah generasi baru yang jelas akan mengisi pos-pos strategis di negara ini. mahasiswa hanyalah satu tahapan kecil dalam sebuah rangkaian tahapan-tahapan regenerasi bangsa menjadi bangsa yang besar dan mampu bersaing global. Maka ketika ada mahasiswa yang berdalih mengabaikan belajarnya demi organisasi dan kepentingan kita bersama, maka itu adalah bohong! Mereka tidak lebih hanyalah mengkambing hitamkan organisasi untuk rasa malas dan bosannya pada kegiatan perkuliahan.
 
Ayo, semangat Adik-adik! Dunia menantikan langkah sucimu. [Olia]

Hai Maba, Bersiaplah..!




Sepertinya, kesadaran akan pendidikan semakin tinggi saja di Indonesia ini. Lihat saja jumlah peminat Perguruan Tinggi yang semakin besar tiap tahunnya. Maka tidak heran jika sekarang Politeknik, Akademi maupun Universitas swasta ramai bermunculan. Menyenangkan sekali mengetahui perkembangan tersebut bukan?
Tahun ajaran baru seperti saat ini mengantarkan ribuan Mahasiswa Baru (Maba) ke satu tempat yang sama. Riuh, mereka datang dari tempat yang berbeda. Sebagian berasal dari tempat yang jauh sekali, bahkan harus meretas laut dan selat, dan sebagian ada juga yang berasal dari tempat yang dekat kampus. Tapi pada intinya, toh status mereka sama; Mahasiswa. Kebutuhan mereka hampir sama. Bahkan kondisi mereka pun hampir sama. Polos, lugu dan bingung. Walaupun tidak semuanya dalam kondisi sama, namun sebagian besar iya.
Mungkin semua Maba yang datang ke kampus ini membawa satu tujuan yang pasti. Cita-cita akademik yang sangat di patrikan, tanpa peduli bahkan tahu bahwa status Mahasiswa membawa banyak tanggung jawab yang melelahkan. Hampir semua maba masih terlena dengan seragam putih abu-abunya yang sudah melekat selama tiga tahun. Walaupun demikian lambat laun maba akan menyadari bahwa lepasnya seragam putih abu-abu menandai dimulainya satu fase baru dalam kehidupannya.
Satu hal yang harus diingat sebagai seorang mahasisiwa adalah bahwa ia telah menjadi warga negara sebenarnya. Ia sudah memiliki tempat untuk memulai debutnya sebagai warga negara. Bukan sebagai masyarakat biasa pada umumnya, tapi sebagai agent of change. Agen Perubahan. Mahasisiwa memiliki kekuatan, bukan kekuasaan untuk menjadi perubah arah atas banyak realitas dan kebijakan yang ada di negeri ini. Maka mahasiswa tidak boleh serta merta pasif dan diam melihat suatu keganjilan dalam sebuah pengambilan kebijakan oleh pemerintah ataupun kondisi rakyat yang memprihatinkan ( jika ada ). Status baru sebagai agen perubabahan bahkan memosisikan mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan pemerintah bukan? Dalam sejarahnya bahkan mahasiswa telah menorehkan sebuah prestasi dahsyat sebagai agen perubahan. Merubah sebuah era pemerintahan. Meretas zaman. Tidak hanya berbasah peluh dan berlinang air mata, tapi juga berdarah-darah meregang nyawa. Sekarang, kita tinggal nikmati hasil dari pelaksanaan fungsi mahasiswa di tahun 1998. Tidak dengan cara diam, tapi mempertahankan kondisi ideal yang diharapkan dari sebuah negara.
Mahasiswa tidak akan ideal jika memiliki pola pikir kekanak-kanakan yang hanya ingin bersenang senang dengan hidupnya. Sekali lagi, ada beban yang mulai dipikulkan kepada mahasiswa, maka mulai berfikir dewasa adalah tindakan bijak. Mulai berorientasi pada bangsa dan negara, bukan egoisme semata. Mulai memahami tugas akhirat sebagai manusia seutuhnya dan kembali pada agama. Ada banyak organisasi yang siap menjadi kepompong metamorfosis di universitas ini. Ada beragam komunitas yang siap menerima idealisme dan kemampuan Maba di kampus ini. Jangan disia-siakan. Jangan hanya menjadi mahasiswa yang hanya tahu bagaimana cara mendapat nilai bagus, tapi jadilah mahasiswa yang tahu bagaimana cara berpredikat bagus. Prestatif dan kontributif di satu waktu. Mahasiswa itu bukan tukang teori, tapi lebih dari itu telah berada dalam tataran amal.
            Apapun juga, tugas mahasiswa pertama dan terutama tetap belajar. Menyiapkan fisik dan kepandaian untuk sebuah generasi baru yang jelas akan mengisi pos-pos strategis di negara ini. mahasiswa hanyalah satu tahapan kecil dalam sebuah rangkaian tahapan-tahapan regenerasi bangsa menjadi bangsa yang besar dan mampu bersaing global. Maka ketika ada mahasiswa yang berdalih mengabaikan belajarnya demi organisasi dan kepentingan kita bersama, maka itu adalah bohong! Mereka tidak lebih hanyalah mengkambing hitamkan organisasi untuk rasa malas dan bosannya pada kegiatan perkuliahan.
Ayo, semangat Adik-adik! Dunia menantikan langkah sucimu J. [Olia]

KAMMI SEKALI LAGI…!!! Revolusi Hitam KAMMI Menolak Kenaikan Harga BBM


Disaat KAMMI akan memperingati kelahirannya yang ke-14 pada tanggal 29 Maret 2012, KAMMI kembali dihadapkan pada gejolak masalah bangsa ini. Kenaikan harga BBM per-1 April 2012 memaksa KAMMI untuk kembali  turun kejalan menyikapi realitas bangsa.
 
Hari senin, tanggal 19 Maret lalu adalah momentum dimana KAMMI kembali menyapa akrab masyarakat dengan menggelar aksi damai menolak kenaikan harga BBM di wilayah kota Yogyakarta, tepatnya di depan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Revolusi (emas) Hitam, istilah ini adalah sebutan untuk kekayaan alam dalam bentuk minyak bumi yang bisa kita konsumsi dalam bentuk BBM baik bersubsidi maupun non-subsidi. Selama ini, BBM bersubsidi sangatlah berharga bagi rakyat kecil. 
 
Walaupun pemerintah mengatakan mereka bukanlah pengguna terbanyak, namun masyarakat pasti akan menerima dampak yang besar ketika harga BBM naik. Sampai sekarang pemerintah belum berhasil mengelola energi bangsa, pemerintah gagal untuk membaca kondisi ekonomi politik dunia dan bahkan membebekdengan dikte dari pasar global. Maka Revolusi (emas) Hitam adalah tindakan KAMMI untuk menuntut pemerintah agar  negara mampu mengelola energi secara mandiri dan optimal. Bukan bagi hasil dengan usaha asing yang kita tahu menguntungkan pihak sebelah.
 
Puluhan masa aksi yang terjun dalam menyarankan aspirasi rakyat, menginginkan hal yang terbaik untuk rakyat Indonesia. Begitupun organisasi-organisasi ataupun komunitas-komunitas lain yang satu hati menolak kenaikan harga BBM. Pemerintah semestinya bisa menentukan hal yang terbaik sebagai solusi untuk rakyat atas kebijakan yang mereka putuskan. Kenyataannya kita lebih sering mendapatkan keputusan ataupun kebijakan-kebijakan pemeritah yang justru berefek buruk bagi bangsa ini. Sudah banyak rakyat yang kecewa pada para pemimpin bangsa. Bagaimana mungkin sebuah bangsa seperti Indonesia yang amat kaya dengan sumber daya alamnya yang melimpah ruah, namun sebagian besar rakyatnya melarat. Ibarat ayam mati kelaparan di lumbung padi. Tragisnya lagi pemerintah cenderung menutup mata pada keadaan ini.
 
KAMMI nyatakan sekali lagi. KAMMI secara tegas memilih sikap menolak  naiknya harga BBM. Pada aksi damai kali ini KAMMI juga memiliki beberapa tuntutan bagi pemerintah saat ini. Sebagai daya kejut listrik agar pemerintah juga kembali ingat akan kekeliruannya dan segera sadar untuk memperbaiki kinerjanya. Berbagai tuntutan itu diantaranya adalah :
 
·        Sediakan bagi rakyat yang ada dikota besar modal transportasi yang memadai.
·     Sikat  habis para korporat dan mafia pengemplang pajak serta komprador yang makan uang rakyat.
·       Tindak tegas mereka, pejabat yang menghabiskan unag negara dengan alasan perjalanan dinas dan proyek tak jelas.
KAMMI akan senatiasa bersama dengan kepentingan rakyat bangsa ini. Memperjuangkan suara rakyat, demi perubahan yang lebih baik dalam bangsa ini. [Kaharudin_Kadept Humas]
 
*dimuat di profetika edisi pertama

KAMMI SEKALI LAGI…!!! Revolusi Hitam KAMMI Menolak Kenaikan Harga BBM




Disaat KAMMI akan memperingati kelahirannya yang ke-14 pada tanggal 29 Maret 2012, KAMMI kembali dihadapkan pada gejolak masalah bangsa ini. Kenaikan harga BBM per-1 April 2012 memaksa KAMMI untuk kembali  turun kejalan menyikapi realitas bangsa.
Hari senin, tanggal 19 Maret lalu adalah momentum dimana KAMMI kembali menyapa akrab masyarakat dengan menggelar aksi damai menolak kenaikan harga BBM di wilayah kota Yogyakarta, tepatnya di depan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Revolusi (emas) Hitam, istilah ini adalah sebutan untuk kekayaan alam dalam bentuk minyak bumi yang bisa kita konsumsi dalam bentuk BBM baik bersubsidi maupun non-subsidi. Selama ini, BBM bersubsidi sangatlah berharga bagi rakyat kecil. Walaupun pemerintah mengatakan mereka bukanlah pengguna terbanyak, namun masyarakat pasti akan menerima dampak yang besar ketika harga BBM naik. Sampai sekarang pemerintah belum berhasil mengelola energi bangsa, pemerintah gagal untuk membaca kondisi ekonomi politik dunia dan bahkan membebek dengan dikte dari pasar global. Maka Revolusi (emas) Hitam adalah tindakan KAMMI untuk menuntut pemerintah agar  negara mampu mengelola energi secara mandiri dan optimal. Bukan bagi hasil dengan usaha asing yang kita tahu menguntungkan pihak sebelah.
Puluhan masa aksi yang terjun dalam menyarankan aspirasi rakyat, menginginkan hal yang terbaik untuk rakyat Indonesia. Begitupun organisasi-organisasi ataupun komunitas-komunitas lain yang satu hati menolak kenaikan harga BBM. Pemerintah semestinya bisa menentukan hal yang terbaik sebagai solusi untuk rakyat atas kebijakan yang mereka putuskan. Kenyataannya kita lebih sering mendapatkan keputusan ataupun kebijakan-kebijakan pemeritah yang justru berefek buruk bagi bangsa ini. Sudah banyak rakyat yang kecewa pada para pemimpin bangsa. Bagaimana mungkin sebuah bangsa seperti Indonesia yang amat kaya dengan sumber daya alamnya yang melimpah ruah, namun sebagian besar rakyatnya melarat. Ibarat ayam mati kelaparan di lumbung padi. Tragisnya lagi pemerintah cenderung menutup mata pada keadaan ini.
KAMMI nyatakan sekali lagi. KAMMI secara tegas memilih sikap menolak  naiknya harga BBM. Pada aksi damai kali ini KAMMI juga memiliki beberapa tuntutan bagi pemerintah saat ini. Sebagai daya kejut listrik agar pemerintah juga kembali ingat akan kekeliruannya dan segera sadar untuk memperbaiki kinerjanya. Berbagai tuntutan itu diantaranya adalah :
·         Sediakan bagi rakyat yang ada dikota besar modal transportasi yang memadai.
·         Sikat  habis para korporat dan mafia pengemplang pajak serta komprador yang makan uang rakyat.
·         Tindak tegas mereka, pejabat yang menghabiskan unag negara dengan alasan perjalanan dinas dan proyek tak jelas.
KAMMI akan senatiasa bersama dengan kepentingan rakyat bangsa ini. Memperjuangkan suara rakyat, demi perubahan yang lebih baik dalam bangsa ini. [Kaharudin_Kadept Humas]
*dimuat di profetika edisi pertama
© Blog Komisariat KAMMI UNY
Maira Gall